Teknik Membaca dengan Metode CATU, metode Surtabaku, dan metode SQ4R

Teknik Membaca dengan Metode CATU, metode Surtabaku, dan metode SQ4R

Oleh | Rabu, 31 Mei 2023 15:39 WIB | 809 Views 2023-05-31 15:39:53

Pendahuluan

Perkembangan ilmu teknologi komunikasi dan informasi menjadi salah satu aspek penting dalam penyampaian informasi. Sifat informasi yang aktual memungkinkan media, baik cetak maupun elektronik menyampaikan perubahan informasi sangat cepat sesuai dengan apa yang didapat pada waktu itu. Dalam hal ini membaca menjadi sebuah peranan penting guna mengetahui apa saja yang belum diketahui. Salah satunya yaitu informasi. Informasi dapat kita pahami dengan jelas apabila kita dapat membacanya dengan baik. Untuk mengetahui perkembangan dari sebagian ilmu pengetahuan maupun informasi lainnya, maka diperlukannya membaca.

Pemahaman dari sebuah bacaan dapat dipengaruhi dari metode apa yang ia pakai saat membaca. Berdasarkan buku Multiple Intelligences (Gardner Howard, 2003:41) kecerdasan majemuk dapat ditingkatkan dan dinilai melalui gaya belajar masing-masing anak. Bagaimana seorang anak mampu menafsirkan dan memahami atas apa yang disampaikan baik berupa lisan maupun tulisan.  Segi yang menjadi kajian dari pembahasan tersebut berupa penilaian gaya belajar siswa. Gaya belajar siswa yang dimaksud yaitu gaya belajar visual, auditori, dan kinestesik. Gaya belajar dijadikan sebagai atribut tambahan selama proses pembelajaran berlangsung akan cepat dan mudah terasah dalam mengembangkan kompetensinya secara menyeluruh, baik komptensi kognitif, afektif maupun psikomotor (Wikanengsih, 2013:113).

Hal inilah yang mendasari, teknik membaca yang ringan namun dalam penerapannya dapat dipahami. Ada beberapa teknik membaca untuk memudahkan pembaca dalam memahami sebuah bacaan salah satunya yaitu dengan metode CATU, metode Surtabaku, dan metode SQ4R. Pengajaran metode membaca dan sangat fleksibel penerapannya untuk gaya belajar apapun, yaitu  dengan teknik membaca yang memiliki konteks yang hampir sama seperti teknik membaca dengan metode CATU, metode Surtabaku serta metode SQ4R.

Metode CATU

Metode CATU yaitu metode yang biasa dipakai di dalam membaca artikel, bahan kuliah, dan bacaan ilmiah lainnya. Tetapi metode ini dapat juga dipakai untuk membaca bab atau sub bab buku. Dalam membaca dengan menggunakan metode CATU, hal yang harus dilakukan ialah:

  1. menentukan bahan bacaan,
  2. CA: cari  pikiran pokok dalam bahan bacaan yang ditentukan,
  3. T:   tuliskan kembali pikiran pokok dengan kata-kata sendiri,
  4. U: uji pokok pikiran yang ditemukan dalam bahan bacaan, agar dapat diketahui kelemahan dan kekuatan dari pokok pikiran tersebut, sehingga pemahaman terhadap bacaan menjadi lebih mendalam.

 Tujuan dari metode CATU adalah sebagai berikut:

  1. mengetahui informasi yang diinginkan,
  2. membandingkan informasi yang satu dengan informasi lainnya,
  3. menguji informasi yang telah ditemukan.

Metode Surtabaku

Surtabaku merupakan salah satu metode membaca yang terdiri atas tahap-tahap sesuai urutan akronim Surtabaku, yakni:

  1. Sur yaitu survei,
  2. ta yaitu tanya,
  3. ba yaitu baca,
  4. k yaitu katakan,
  5. u yaitu ulang.

Metode Surtabaku biasanya digunakan untuk membaca buku ilmiah, buku pelajaran, dan kamus.

Tujuan dari metode surtabaku adalah sebagai berikut:

  1. untuk mengetahui materi yang kita baca dalam bahan bacaan sesuai dengan keperluan kita,
  2. untuk mendapatkan pemahaman komprehensif, bukan ingatan. Pemahaman komprehensif akan bertahan atau tersimpan lebih lama di otak kita daripada ingatan tentang materi yang kita baca,
  3. untuk lebih fokus mendapatkan sejumlah informasi berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang kita buat pada tahap tanya. Dengan kata lain, kita akan lebih konsentrasi terhadap bahan bacaan yang sedang kita baca.

Metode SQ4R

Metode SQ4R merupakan salah satu metode dalam membaca untuk memudahkan proses pemahaman sebuah bacaan. Metode ini bisa diterapkan dalam membaca buku seperti artikel, kliping dan buku pelajaran. SQ4R merupakan singkatan dari :

  1. Survei yaitu teknik untuk mengenal isi bacaan secara umum sebelum membaca bahan bacaan secara lengkap.
  2. Question yaitu mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya terhadap isi  bacaan.
  3. Read yaitu membaca secara lebih mendalam isi bacaan.
  4. Recite atau recall yaitu menjawab pertanyaan-pertanyaan dan menyebutkan hal-hal yang penting tentang isi bacaan.
  5. Rite yaitu  menulis jawaban serta hal-hal yang penting pada isi bacaan.
  6. Review yaitu mengulang kembali kegiatan membaca untuk mengecek hal-  hal yang kurang pada isi bacaan.

Tujuan dari metode SQ4R adalah sebagai berikut:

  1. Mengerti ide-ide pokok, perincian yang penting dari isi bacaan, dan pengertian yang menyeluruh pada isi bacaan .
  2. Memahami bacaan secara lebih mendalam.

Penutup

Berdasarkan pemaparan pada makalah di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Metode CATU (Cari bahan bacaan, Tulis pokok pikiran pada isi bacaan, dan Uji pokok pikiran). Tujuan: mengetahui, membandingkan, dan menguji pokok pikiran pada bahan bacaan.
  2. Metode Surtabaku (Survei isi bacaan secara umum, Berikan pertanyaan mengenai isi bacaan, Baca isi bacaan secara lebih mendalam, Katakan isi bacaan dengan kata-kata sendri, Ulang kegiatan membaca untuk mengecek hal yang kurang pada bacaan). Tujuan: mengetahui materi bahan bacaan, mendapatkan pemahaman komprehensif, mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan.
  3. Metode SQ4R (Survei isi bacaan secara umum, Ajukan pertanyaan mengenai isi bacaan, Baca isi bacaan secara mendalam, Jawab pertanyaan, Menulis jawaban dan hal penting pada isi bacaan, Ulang kegiatan membaca untuk mengecek hal yang kurang pada bacaan). Tujuan: mengerti dan memahami isi bacaan secara lebih mendalam



Referensi / Daftar Pustaka


Gardner, Howard. 2003. Multiple Intellegences. Batam:Interaksara

Soedarsono. 1993. Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Tampubolon, D.P. 1990. Kemampuan Membaca Teknik Membaca Efektif dan Efisien.Bandung:Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur. 1983. Membaca Ekspresif. Bandung: Angkasa.

Wahid, Lukmanul. 2011. Penerapan SQ3R. (Online). Tersedia : (http://wahidatulqubra.blogspot.com/2011/03/bab-i-pendahuluan.html).

Wiryodijoyo, Suwarsono. 1989. Membaca Strategi Pengantar dan Tekniknya. Jakarta : Depdikbud.

Wikanengsih. 2014.” Penilaian Portofolio Berbasis Gaya Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia sebagai Implementasi Penilaian Kurikulum 2013”. 4 (1), 104-113.

Cinthya, Ayu.  2011. Bahasa dan Sastra Indonesia. (Online). Tersedia : (http://ayu-cinthya.blogspot.com/2011/06/teknik-membaca.html)

Sitasi/Citation/Jadikan Daftar Pustaka Artikel Ini:
Azzahra, I.S.S. (2023).Teknik Membaca dengan Metode CATU, metode Surtabaku, dan metode SQ4R. Pustaka, pp.25. Retrieved from https://www.salamahazzahra.com/pustaka/makalah-bahasa-indonesia/25/teknik-membaca-dengan-metode-catu-metode-surtabaku-dan-metode-sq4r/

Baca Full Text (PDF) Diary Siti Salamah Azzahra






Makalah Bahasa Indonesia Lainnya
Memirsa, Kemampuan Dasar Berbahasa Kelima
Senin, 03 Oktober 2022 08:37 WIB
Memirsa, Kemampuan Dasar Berbahasa Kelima
Kemampuan berbahasa selama ini dipahami ada 4 buah yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Namun, akhir-akhir ini ada kemampuan berbahasa dasar baru yang diperkenalkan yaitu memirsa
Pembelajaran Kognitif, Gaya Pembelajaran Aktif di Kelas
Minggu, 11 September 2022 20:01 WIB
Pembelajaran Kognitif, Gaya Pembelajaran Aktif di Kelas
Pendidikan sangat berpengaruh terhadap sumber daya manusia, pendidikan dibedakan menjadi dua yaitu formal dan nonformal. Dengan diadakanya pendidikan diusia dini diharapkan dapat membagun pengetahuan-pengetahuan sebagai dasar untuk memperoleh pengetahuan umum.
Reduplikasi: Macam-Macam Pengulangan dan Proses Pengulangan
Rabu, 07 September 2022 06:23 WIB
Reduplikasi: Macam-Macam Pengulangan dan Proses Pengulangan
Dalam bahasa Indonesia reduplikasi merupakan mekanisme yang penting dalam pembentukan kata, di samping afiksasi, komposisi dan akronimisasi. Lalu, meskipun reduplikasi terutama adalah masalah morfologi, masalah pembentukan kata, tetapi tampaknya ada juga reduplikasi yang menyangkut masalah fonologi, masalah sintaksis dan morfologis
Peluang Technopreneur Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia  Melalui Kelas Online
Kamis, 01 September 2022 07:27 WIB
Peluang Technopreneur Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Kelas Online
Kelas online yang mempertemukan antara pengajar dan siswa ini juga menciptakan bisnis baru yang memungkinkan untuk pengajar memperoleh pendapatan tambahan dari kelas yang dibuat, pendapatan tersebut didapat dari siswa yang membayar untuk mengikuti kelas setelah dipotong oleh biaya operasional penyelenggara kelas online.
Perkembangan Jurnalistik di Dunia dan di Indonesia
Senin, 29 Agustus 2022 17:28 WIB
Perkembangan Jurnalistik di Dunia dan di Indonesia
Jurnaslitik merupakan salah satu kegiatan pengantar informasi melalui media, baik media cetak maupun media Online yang saat ini. Media online lebih dominan pada saat ini karena kegiatan jurnalistik lebih cepat dalam memproses sebuah berita begitu juga para pembaca
Retorika, Kombinasi Kemampuan Berbahasa dan Komunikasi
Senin, 29 Agustus 2022 06:51 WIB
Retorika, Kombinasi Kemampuan Berbahasa dan Komunikasi
Dalam buku Theories of Human Communication karangan Little John, dikatakan bahwa studi retorika sesungguhnya adalah bagian dari disiplin ilmu komunikasi. Mengapa? karena di dalam retorika terdapat penggunaan simbol-simbol yang dilakukan oleh manusia