Kritik Terhadap Kurikulum Merdeka: Mengapa Belum Layak Menjadi Kurikulum Nasional?
Oleh Administrator | Selasa, 05 Maret 2024 10:07 WIB | 699 Views
Kritik Terhadap Kurikulum Merdeka: Mengapa Belum Layak Menjadi Kurikulum Nasional?

Kurikulum adalah komponen utama dalam sistem pendidikan sebuah negara. Saat ini, Indonesia menerapkan Kurikulum Merdeka sebagai landasan pendidikan.

 

Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar anak. Namun, upaya untuk menjadikan Kurikulum Merdeka sebagai Kurikulum Nasional (Kurnas) menuai pro dan kontra di masyarakat.


Meskipun sebagian setuju dengan usulan tersebut, ada yang mengkritik dan meminta Kementerian Pendidikan Kebudayaan Ristek dan Dikti untuk meninjau kembali kurikulum tersebut. Organisasi nirlaba seperti Barisan Pengkaji Pendidikan (Bajik) menjadi salah satu yang mengemukakan kritik.


Dilansir dari laman HaiBunda, Dhitta Puti Sarasvati, Direktur Eksekutif Bajik, menilai bahwa Kurikulum Merdeka belum pantas menjadi Kurikulum Nasional karena beberapa alasan sebagai berikut:

  1. Kurikulum Merdeka belum memiliki naskah akademik yang jelas, yang seharusnya menjelaskan filosofi pendidikan dan kerangka konseptual.

  2. Kurikulum Merdeka belum memenuhi beberapa komponen penting seperti filosofi, prinsip dasar, dan kerangka kurikulum serta bidang studi.

  3. Kurikulum Merdeka masih dalam tahap uji coba dan belum lengkap dalam dokumen kurikulum resmi, meskipun sudah memiliki Capaian Pembelajaran, buku teks, dan beberapa panduan.

 

Dalam konteks ini, meskipun Kurikulum Merdeka bisa digunakan sebagai acuan oleh guru dalam merancang pembelajaran, namun masih perlu evaluasi menyeluruh sebelum dijadikan kurikulum nasional.

 

 

(Foto/Gambar: Ilustrasi Kurikulum Merdeka/Dok. Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas)


Baca atau Download PDF

Dunia Pendidikan Lainnya
Pendidikan Sebagai Fondasi Kunci Menuju Masa Depan Gemilang Indonesia Emas 2045
Kamis, 21 Maret 2024 13:58 WIB
Pendidikan Sebagai Fondasi Kunci Menuju Masa Depan Gemilang Indonesia Emas 2045
Visi Indonesia Emas 2045 yang telah diumumkan oleh pemerintah menegaskan tekad untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045, menandai 100 tahun kemerdekaan. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, peningkatan sistem pendidikan menjadi salah satu elemen kunci yang harus mendapat perhatian serius. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi esensial dalam mencapai tujuan ini.
Beasiswa SEVIMA 2024 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya!
Kamis, 07 Maret 2024 14:09 WIB
Beasiswa SEVIMA 2024 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya!
Anda tertarik untuk mengejar gelar S-1 atau S-2 di bidang teknologi informasi (TI) serta berperan dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia? SEVIMA, perusahaan konsultan IT terkemuka di Indonesia, kembali membuka peluang melalui program beasiswa SEMESTA 2024 batch-6.
Kemendikbud: Bullying Merupakan Salah Satu Kesalahan Besar dalam Dunia Pendidikan Indonesia
Kamis, 29 Februari 2024 15:04 WIB
Kemendikbud: Bullying Merupakan Salah Satu Kesalahan Besar dalam Dunia Pendidikan Indonesia
Taufiq Damardjati, Pengembang Ahli Pusat Kurikulum dan Pembelajaran di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), menyatakan bahwa kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah dianggap sebagai salah satu dari 3 kesalahan besar yang terjadi dalam dunia pendidikan Indonesia.
Program Beasiswa ASEAN untuk Siswa Indonesia: Bantuan Pendidikan dan Tunjangan Hidup Tahunan Disediakan
Selasa, 20 Februari 2024 14:43 WIB
Program Beasiswa ASEAN untuk Siswa Indonesia: Bantuan Pendidikan dan Tunjangan Hidup Tahunan Disediakan
Pemerintah Singapura telah membuka pintu bagi mahasiswa Indonesia untuk mendaftar program beasiswa ASEAN.