Bangkitkan Bahasa Daerah Lewat  Nyanyian Ibu

Bangkitkan Bahasa Daerah Lewat Nyanyian Ibu

Oleh | Minggu, 09 Oktober 2022 16:54 WIB | 957 Views

Kepunahan Bahasa daerah hampir dialami oleh setiap negara di dunia ini, hal ini disebabkan karena banyak faktor, salah satu sebabnya adalah semakin sedikitnya penutur untuk setiap Bahasa dan juga derasnya tekanan Bahasa global yang digunakan untuk saling berkomunikasi di era informasi saat ini. Seperti diketahui, Indonesia adalah negara dengan jumlah Bahasa terbanyak kedua setelah Papua Nugini yang memiliki lebih dari 850 bahasa, sementara Indonesia memiliki jumlah Bahasa sekitar 700 bahasa daerah, sayangnya tidak sedikit Bahasa daerah di Indonesia punah dan masuk masa terancam punah. Kepunahan Bahasa yang ada disebabkan karena komunitas-komunitas pengguna Bahasa daerah itu sendiri semakin habis atau juga disebabkan ada perubahan Bahasa ibu yang dulunya menggunakan Bahasa daerah sekarang menggunakan Bahasa Indonesia bahkan justru menggunakan Bahasa asing.

Upaya membangkitkan kembali Bahasa daerah bisa dimulai dengan menggunakan Bahasa daerah sebagai Bahasa ibu, ini artinya, Bahasa daerah akan digunakan sebagai Bahasa pertama yang dikenalkan kepada anak yang baru lahir hingga dewasa, dengan demikian Bahasa pertama inilah yang akan melekat kuat dalam diri anak, walaupun saat dewasa berbagai Bahasa baru diterima tetapi Bahasa ibu tidak mudah hilang dari ingatan apalagi jika masih sering digunakan.

Secara eksplisit, tidak ada yang bertanggung jawab langsung siapa yang harus membangkitkan kembali Bahasa daerah di Indonesia, kewajiban ini rasanya harus dipikul bersama oleh semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Pemerintah bisa membuat berbagai kebijakan dan dukungan lainnya untuk mengupayakan bangkitnya kembali Bahasa daerah, namun yang terpenting dari itu semua, cara terbaik untuk membangkitkannya kembali adalah dimulai dari orang tua seorang anak, terkhusus Ibu. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh seorang ibu untuk membangkitkan kembali Bahasa daerah adalah dengan menyanyikan lagu-lagu berbahasa daerah.

Tidak sedikit dari kita yang saat kecil bisa tidur pulas ketika mengantuk datang karena dinyanyikan sebuah lagu oleh ayah atau ibu kita yang menggendong, tidak sedikit pula seorang anak yang berhenti menangis karena alunan merdu sebuah lagu yang dinyanyikan oleh seorang ibu. Saat menenangkan seorang anak yang hampir tertidur, banyak lagu yang dinyanyikan seorang ibu, mulai dari lagu yang berisikan tentang pujian, penyemangat anaknya hingga lagu-lagu yang membuat nyaman hingga anak tertidur pulas.

National Geograpic dalam sebuah artikelnya menulis bahwa hasil peneletian megungkap bahwa nyanyian dapat memberikan ketenangan jiwa bagi yang mendengarkannya, bahkan dapat mengurangi stress dan juga beberapa menyembuhkan penyakit. Berdasarkan penelitian diatas, maka nyanyian adalah media yang tepat untuk mengalirkan sebuah kata, sebuah kalimat bahkan sebuah pemahaman akan sesuatu, dan hal ini sangat cocok bila nyanyian-nyanyian berbahasa daerah digunakan untuk menenangkan bayi yang menangis, menidurkan bayi dan berbagai aktifitas lain yang berhubungan dengan anak. Selain anak menjadi tenang, alam bawah sadar anak akan merekam setiap kata dan kalimat yang dialunkan sehingga anak akan terus ingat dan tertanam dalam alam bawah sadarnya.

Membangkitkan kembali Bahasa daerah melalui Bahasa ibu dengan media nyanyian adalah dengan cara melantukan nyanyian-nyanyian berhasa daerah saat anak menangis atau anak mau tidur, dan itu bisa dimulai sejak anak beberapa hari lahir bahkan sejak dalam kandungan. Sementara Bahasa Indonesia dan Bahasa asing lainnya untuk sementara bisa dikurangi porsinya, karena bagaimanapun saat anak tumbuh dikemudian hari dipastikan akan mengenal Bahasa lain selain Bahasa ibu, terutama saat anak memasuki usia sekolah yang Bahasa pengantarnya adalah Bahasa Indonesia.

Pemilihan lagu-lagu daerah tentu butuh tenaga yang besar bagi seorang ibu, ibu harus hafal lagu-lagu daerah, namun tentu tidak harus semerdu seorang penyanyi, yang terpenting adalah ada kalimat-kalimat berupa lirik yang disampaikan saat ada koneksi atara anak dengan ibu baik saat dipeluk atau diusap. Sebagai contoh adalah bila kita saat ini masih menggunakan lagu Nina Bobo saat menidurkan anak, bisa diganti menggunakan lagu Yun-Ayun Aming bila Bahasa daerah anda adalah Bahasa sunda. Atau menggunakan lagu Ta Lelo Lelo Ledung saat anak menangis bila Bahasa daeranya adalah Bahasa jawa. Lagu-lagu rakyat seperti ini tentu ada dalam setiap Bahasa daerah, kalaupun tidak ada seorang ibu bisa bernyanyi dengan irama lagu apapun namun liriknya berisikan Bahasa daerah, bisa mengungkapkan rasa sayang kepada anak, nasihat kepada anak atau lirik-lirik yang membuat anak lebih tenang.

Nyanyian-nyaian Berbahasa daerah yang sering dipakai di banyak aktifitas antara ibu dan anak akan membuat anak terbiasa dan terus mengingat setiap liriknya, semakin sering dan semakin beragam lagu yang dinyanyikan maka perbendaharaan kata anak semakin banyak. Saat menginjak balita, anak akan sering bertanya tentang arti-arti dalam setiap lirik yang dinyanyikan bila dirasa asing dan perlu ditanyakan.

Upaya untuk membangkitkan kembali Bahasa daerah melalui Bahasa ibu memang bukan perkara yang mudah, namun setiap kita khususnya warga negara Indonesia yang memiliki keberagaman Bahasa dapat ikut serta melestarikan Bahasa daerah dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan bersenandung nyanyian untuk anak-anak, oleh karena bersenandunglah dan bangkitlah Bahasa daerah.


Baca Full Text (PDF) Diary Siti Salamah Azzahra






Edukasi Lainnya
Tahap Perkembangan Anak Menurut Sigmund Freud
Kamis, 20 Juni 2024 07:23 WIB
Tahap Perkembangan Anak Menurut Sigmund Freud
Teori perkembangan psikoseksual Sigmund Freud adalah salah satu teori yang paling terkenal, akan tetapi juga salah satu teori yang paling kontroversial. Freud percaya kepribadian yang berkembang melalui serangkaian tahapan masa kanak-kanak di mana mencari kesenangan-energi dari id menjadi fokus pada area sensitif seksual tertentu.
Apa itu Merdeka Belajar?
Sabtu, 12 Agustus 2023 01:26 WIB
Apa itu Merdeka Belajar?
Merdeka belajar merupakan langkah untuk mentransformasi pendidikan demi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Indonesia yang memiliki Profil Pelajar Pancasila.
Membangkitkan Bahasa Daerah Sebagai Bahasa Ibu Melalui Rumah Mainan Anak
Minggu, 09 Juli 2023 09:23 WIB
Membangkitkan Bahasa Daerah Sebagai Bahasa Ibu Melalui Rumah Mainan Anak
Punahnya 11 bahasa daerah di Indonesia pada beberapa tahun terakhir seperti di ungkap Badan Bahasa pada tahun 2016 lalu menandakan betapa terseok-seongnya Bahasa daerah bersaing dengan banyak Bahasa yang hadir di Indonesia khususnya, kepunahan ini ibarat seleksi alam yang terjadi pada Bahasa
Pentingnya Mendaftarkan HAKI atas Karya Cipta Akademik di Era Digital Saat Ini
Senin, 08 Mei 2023 00:10 WIB
Pentingnya Mendaftarkan HAKI atas Karya Cipta Akademik di Era Digital Saat Ini
Karya cipta atau produk akademik saat ini sudah seharusnya segera didaftarkan paten maupun HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) mengingat dalam dunia digital, plagiarisme, duplikasi ide dan gagasan bahkan pencurian ide hingga naskah sering terjadi. Lalu apa pentingnya?