Inspirasi
Belajar Jadi Muslimah Inspiratif ke Teh Diajeng Lestari, CEO Hijup.com

Belajar Jadi Muslimah Inspiratif ke Teh Diajeng Lestari, CEO Hijup.com

Oleh | Minggu, 24 April 2016 06:28 WIB | 1.732 Views

Sabtu dihari kedua puluh tiga dibulan april ini saya berkesempatan untuk ikut dalam acara Startup Meetup yang digelar di Co-Co Space Dipatiukur Bandung, tak banyak yang hadir, dari space yang disediakan sebanyak 80 orang terlihat hanya duapertiga yang hadir. Saya sendiri sempat kaget saat datang karena biasanya sudah ramai kalau ada acara, ternyata yang datang baru beberapa saja.

Tema Meetup kali ini adalah "Women on Top, be a Female Changemaker" , yang menghadirkan beberapa narasumber yang keren menurut saya Ada Bu Atalia Praratya Istri Kang Ridwan Kamil, Terus ada juga Teh Diajeng Lestari Founder sekaligus CEO dari Hijup.com, Teh Ken Ratri Iswari Founder dan CEO Geekhunter dan yang terakhir Sissy CEO Petshopbox Studio.

Siti Salamah Azzahra dan Diajeng Lestari

Nah, Rara ditulisan kali ini akan cerita dulu tentang Teh Diajeng, InsyaAllah yang lainnya menyusul. Nah, teh Ajeng (panggilan teh Diajeng Lestari) menjadi pembicara ketiga sebelum bu Atalia. Walaupun baru landing semalam setelah ikut dalam rombongan Presiden Jokowi ke London teh Ajeng menyempatkan diri untuk hadir di acara ini, terima kasih teh udah mau berbagi.

Menjadi CEO perusahaan dengan karyawan lebih dari 120 orang tentu bukan hal yang mudah, tetapi teh Ajeng membuktikannya. Hijup memang bukan startup company biasa, beberapa keterangan mencatat Hijup mendapat funding jutaan dollar US untuk mengembangkan usahanya. Mimpinya sangat keren sekali, menjadi muslimah yang mampu menjadi Inspirasi dan agen perubahan untuk dunia, saya pikir beliau sudah melakukannya :).

Bercerita tentang awalnya yang kerja kesana kemari dan terakhir di pemerintahan membuat teh Ajeng greget banget dengan etos kerja aparatur pemerintahan, inilah yang membuat Teh Ajeng gak bertahan lama, dan akhirnya mendirikan Hijup, saat itu dibantu oleh Suami yang memang telah mendirikan BukaLapak.com. Prinspi Teh Ajeng yang dapat kita tiru adalah Be Focus, Be Unique, ketika kita membuat sesuatu ya harus unik dari yang lain setelah itu fokuslah dengan apa yang telah menjadi mimpi kita.

Untuk menuju fokus, ternyata memang tidak mudah menurut Teh Ajeng, Hijup dalam perjalanannya juga mengalami itu, sempat membuat majalah disaat dunia majalah sedang terpuruk, sempat ikut jualan baju anak juga yang ternyata membuat tidak fokus juga dan akhirnya jadilah hijup yang kita kenal seperti sekarang, fokus pada baju-baju muslimah wanita dan memang terbukti unik, berkembang dan sukses.

Siti Khadijah istri Rosullah SAW adalah role model yang dipilih oleh Teh Ajeng, beliau memilih Khadijah karena menginspirasi dengan menjadi pengusaha dan pedagang jauh sebelum dunia modern ada, pengusaha yang sukses bahkan sempat mempekerjakan Nabi Muhammad sebagai karyawannya sebelum akhirnya menjadi Suaminya. Khadijah terkenal sukses mengelola dagangnya, padahal saat itu belum kita kenal ilmu manajemen pemasaran seperti yang kita kenal sekarang.

Bercerita tentang Hijup tentu tidak ada ujungnya, bahkan bisa menjadi sebuah buku, tetapi pamungkas yang dapat saya ambil dari summary yang Teh ajeng berikan adalah, setiap manusia itu unik, bahkan setiap sidik jari manusia itu unik dan manusia memiliki kemapuan dari berbagai unsur yang ada dan inilah yang menjadi modal manusia untuk maju. Saat kita terpikir untuk berkarya, buatlah sesuatu yang Unik kemudian fokuslah.

Begitu oleh-oleh dari Startup Meetup kali ini ya semoga menginspirasi.

Diary Siti Salamah Azzahra






Apa komentar anda tentang Tulisan Belajar Jadi Muslimah Inspiratif ke Teh Diajeng Lestari, CEO Hijup.com?

Inspirasi Lainnya
Kisah Bolu Pisang dan Es Krim
Selasa, 18 Februari 2020 19:01 WIB
Kisah Bolu Pisang dan Es Krim
Sejak pulang sekolah ia selalu saja menagih janjiku. Mana kutahu bila si sulung yang baru kelas dua SD akan meraih ranking satu, pikirku saat berjanji paling dia hanya akan masuk sepuluh besar saja seperti biasa.
Ketika Ucapan "Terima Kasih Banyak" Sudah Jarang Terdengar
Minggu, 18 Maret 2018 03:17 WIB
Ketika Ucapan "Terima Kasih Banyak" Sudah Jarang Terdengar
Jaman milenial saat ini memang segalanya seperti berubah, mulai dari kebiasaan orang menggunakan alat bantu yang dulu sederhana sekarang diganti dengan peralatan canggih sampai-sampai kebiasaan dalam pergaulan.
Nasionalisme Kuda Pustaka
Jum'at, 30 September 2016 09:57 WIB
Nasionalisme Kuda Pustaka
Sudah lebih dari setengah abad Indonesia merdeka, Indonesia yang kala itu hidup dalam penjajahan kini tak lagi dijajah dan dapat hidup dengan tenang. Tugas generasi sekarang adalah dengan mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan pengganti mengangkat senjata seperti para pejuang dulu. Mengisi kemerdekaan ternyata bukan hal yang mudah juga
Begini Seharusnya Bergaul di Media dan Era Digital
Jum'at, 25 September 2015 11:52 WIB
Begini Seharusnya Bergaul di Media dan Era Digital
Hidup tanpa Gadget? Hmmmm bisa? Yakin bisa? Cukuplah barang beberapa hari saja tanpa gadget di tangan anda, tidak usah berbulan-bulan, apa masih sanggup? . Ini ternyata bukan sekedar sanggup atau tidak, tapi gadget memang menjadi sebuah kebutuhan, walaupun untuk sebagian orang tidak terlalu menjadi sebuah kebutuhan, tapi sekedar trend atau juga gaya.