Inspirasi
Ketika Ucapan "Terima Kasih Banyak" Sudah Jarang Terdengar

Ketika Ucapan "Terima Kasih Banyak" Sudah Jarang Terdengar

Oleh | Minggu, 18 Maret 2018 03:17 WIB | 435 Views

Jaman milenial saat ini memang segalanya seperti berubah, mulai dari kebiasaan orang menggunakan alat bantu yang dulu sederhana sekarang diganti dengan peralatan canggih sampai-sampai kebiasaan dalam pergaulan sehari-hari.

Beberapa waktu yang lalu, berkesempatanlah membeli sebuah makanan di pedagang yang berjualan di pinggir jalan, beberapa yang membeli kesana selalu tampak ceria saat membawa beberapa bungkusan ayam goreng, ternyata selidik punya selidik, penjual ayam goreng itu sering berucap "Terima Kasih Banyak" saat bertukar makanan yang dijual dengan rupiah yang didapatkan.

Pengucapan frasa "Terima Kasih" saat ini sejujurnya sudah mulai berkurang, saat membayar angkot sudah jarang sekali yang berucap "terima kasih", baik penumpang maupun pembeli, padahal keduanya sudah mendapatkan manfaat dari masing-masing pihak. Apalagi tambahan kata "banyak" mengikuti "terima kasih", rasanya sudah jarang terdengar.

Kata terima kasih memang umumnya terjadi saat seseorang menerima pemberian orang lain, menerima bantuan, menerima hal-hal yang menguntungkan. Tetapi dalam jual-beli secara kasat mata, keduanya saling mendapatkan keuntungan, oleh karenanya sangat luar biasa sekali ketika ada yang masih bisa berujar "terima kasih banyak"

Ucapan "Terima kasih banyak" memang hal yang mungkin sepele, namun penambahan kata banyak membuat ucapan terima kasih itu begitu mengena dalam hati, selalu diingat dan membuat yang menerima ucapan itu lebih dihargai. Tertantantang untuk sering-sering mengucap "terima kasih banyak"?

Diary Siti Salamah Azzahra






Apa komentar anda tentang Tulisan Ketika Ucapan "Terima Kasih Banyak" Sudah Jarang Terdengar?

Inspirasi Lainnya
Kisah Bolu Pisang dan Es Krim
Selasa, 18 Februari 2020 19:01 WIB
Kisah Bolu Pisang dan Es Krim
Sejak pulang sekolah ia selalu saja menagih janjiku. Mana kutahu bila si sulung yang baru kelas dua SD akan meraih ranking satu, pikirku saat berjanji paling dia hanya akan masuk sepuluh besar saja seperti biasa.
Nasionalisme Kuda Pustaka
Jum'at, 30 September 2016 09:57 WIB
Nasionalisme Kuda Pustaka
Sudah lebih dari setengah abad Indonesia merdeka, Indonesia yang kala itu hidup dalam penjajahan kini tak lagi dijajah dan dapat hidup dengan tenang. Tugas generasi sekarang adalah dengan mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan pengganti mengangkat senjata seperti para pejuang dulu. Mengisi kemerdekaan ternyata bukan hal yang mudah juga
Belajar Jadi Muslimah Inspiratif ke Teh Diajeng Lestari, CEO Hijup.com
Minggu, 24 April 2016 06:28 WIB
Belajar Jadi Muslimah Inspiratif ke Teh Diajeng Lestari, CEO Hijup.com
Sabtu dihari kedua puluh tiga dibulan april ini saya berkesempatan untuk ikut dalam acara Startup Meetup yang digelar di Co-Co Space Dipatikur Bandung, tak banyak yang hadir, dari space yang disediakan sebanyak 80 orang terlihat hanya duapertiga yang hadir. Saya sendiri sempat kaget saat datang karena biasanya sudah ramai kalau ada acara, ternyata yang datang baru beberapa saja.
Begini Seharusnya Bergaul di Media dan Era Digital
Jum'at, 25 September 2015 11:52 WIB
Begini Seharusnya Bergaul di Media dan Era Digital
Hidup tanpa Gadget? Hmmmm bisa? Yakin bisa? Cukuplah barang beberapa hari saja tanpa gadget di tangan anda, tidak usah berbulan-bulan, apa masih sanggup? . Ini ternyata bukan sekedar sanggup atau tidak, tapi gadget memang menjadi sebuah kebutuhan, walaupun untuk sebagian orang tidak terlalu menjadi sebuah kebutuhan, tapi sekedar trend atau juga gaya.