Sudut Pandang
Bahasa Indonesia di Tengah Wabah Virus Corona

Bahasa Indonesia di Tengah Wabah Virus Corona

Oleh | Selasa, 24 Maret 2020 07:33 WIB | 647 Views

Siapapun pasti sedih dengan mewabahnya virus corona, hampir semua sendi kehidupan terpukul dengan adanya wabah ini, bagaimana tidak, banyak aktivitas yang harus benar-benar dibatasi bahkan dihentikan, demi menekan penyebaran virus yang bernama resmi Covid-19 ini. Semua bergerak, berusaha untuk berperan. Lalu bagaimana bahasa Indonesia ditengah wabah corona ini?

Sebagai insan yang bergelut dalam bidang bahasa dan pendidikan, saya sangat mengapresiasi semua pihak yang terus berperan aktif untuk membuat berbagai informasi tentang virus corona ini, terkhusus untuk pihak-pihak yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dan penggunaan istilah-istilah berbahasa Indonesia.

Pertama, saya sangat senang dengan penggunakan kependekan Pikobar yang merupakan kependekan dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat. Namanya enak terdengar, bahkan dijadikan subdomain di website Pemprov Jabar yang beralamat di pikobar.jabarprov.go.id, sebagai pusat informasi. Walaupun sedikit dipaksakan dan tidak benar-benar menggunakan kaidah dalam membuat sebuah kependekan atau singkatan, namun upaya ini membuat senang kami para penggiat bahasa Indonesia.

Kedua, penggunaan beberapa singkatan dalam memberikan status terhadap orang yang terserang virus corona ini juga sangatlah relevan dan tepat, walaupun beberapa lebih memilih kata suspect ketimbang menggunakan kata ODP (Orang Dalam Pengawasan). Seperti kita ketahui bersama, beberapa istilah berbahasa Indonesia resmi digunakan dalam penanganan wabah Corona ini seperti:

  1. ODP (Orang Dalam Pemantauan)

    ODP adalah orang dalam pemantauan, biasanya memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit tenggorokan, demam, tetapi tidak ada kontak erat dengan penderita positif. Orang dengan status ODP biasanya tidak perlu rawat inap di rumah sakit tetapi akan diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah setidaknya selama 14 hari hingga kondisi membaik. Penggunaan kata pemantauan bila dibandingkan dengan kata pengawasan sangat tepat sekali, apalagi bila dilihat tingkatnya.

  2. PDP (Pasien Dalam Pengawasan)
    Pasien dalam Pengawasan adalah orang yang memiliki gejala-gejala terjangkit dan memiliki rekam jejak atau kontak dengan orang yang telah terjangkit corona. PDP dikriteriakan sesuai gejalanya, seperti demam, batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan. Atau dari hasil observasi ada saluran nafas bawah yang terganggu serta terjadi kontak erat dengan penderita positif atau dari daerah yang terjangkit
  3. Positif
    Kata positif digunakan sebagai padanan kata Confirm, artinya secara klinis, orang yang bersangkutan telah dinyatakan terjangkit Corona dari hasil pengetesan laboratorium. Kata positif juga sangat tepat digunakan dalam hal ini, kata positif menunjukan kepastian sebuah status dan tidak ada keraguan lagi. Seperti dalam istilah positif hamil, artinya, secara klinis dinyatakan hamil.
  4. Isolasi
    Isolasi adalah istilah perawatan kesehatan yang berarti menjauhkan orang-orang yang terinfeksi penyakit menular dari mereka yang tidak terinfeksi, biasanya dilakukan di ruangan khusus isolasi.
  5. Karantina
    Berbeda dengan isolasi, istilah karantina memiliki cangkupan ruang yang lebih luas, walaupun sama-sama "dikurung" tetapi biasanya dilakukan dilokasi tertentu atau di rumah, hal ini dilakukan untuk menekan dan mengawasi apakah orang yang dikarantina menunjukan gejala terinfeksi corona atau tidak.
  6. Wabah
    Menurut KBBI, wabah berari penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar orang di daerah yang luas (seperti wabah cacar, disentri, kolera)
  7. Epidemi
    Masih dari KBBI, Epidemi berarti penyakit menular yang berjangkit dengan cepat di daerah yang luas dan menimbulkan banyak korban, misalnya penyakit yang tidak secara tetap berjangkit di daerah itu.
  8. Pandemi

          Wabah yang berjangkit serempak dimana man, meliputi geografi yang luas, setara dengan taraf internasional.

 

Istilah-istilah bahasa Indonesia diatas memang dalam kenyataanya "bertarung" dengan istilah asing di Masyarakat, tapi nyatanya kita masih bisa menggunakan istilah berbahasa Indonesia, walaupun membutuhkan edukasi yang tidak mudah.

Siapapun tentu berharap kita semua, baik di Indonesia maupun diseluruh dunia supaya wabah corona ini segera berlalu, dan kita bisa beraktivitas seperti biasa, tanpa ada rasa khawatir. Aamiin.

Diary Siti Salamah Azzahra






Apa komentar anda tentang Tulisan Bahasa Indonesia di Tengah Wabah Virus Corona?

Sudut Pandang Lainnya
Banyak Poster Lucu Saat Demo Mahasiswa, Ini Pandangan Saya
Kamis, 03 Oktober 2019 13:57 WIB
Banyak Poster Lucu Saat Demo Mahasiswa, Ini Pandangan Saya
Ada yang unik dari ramainya pemberitaan demo mahasiswa beberapa waktu kebelakang, sebagai orang yang bahasa, saya berusaha mencermati fenomena ini. Hal ini karena terbilang baru untuk aktifitas demo yang di tahun-tahun kebelakang posternya begitu sangat keras dan secara spesifik menuliskan tuntutan.
Debat Cawapres, Menyoal Jurus Bicara Kedua Pembicara
Senin, 18 Maret 2019 12:22 WIB
Debat Cawapres, Menyoal Jurus Bicara Kedua Pembicara
Debat Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam rangkaian Pilres 2019 tahun ini selalu ditunggu oleh masyarakat, baik untuk pendukung salah satu calon untuk menguatkan alasan untuk memilihnya 17 april mendatang, atau swing voter yang berharap segera dapat menentukan pilihan setelah selesai acara debat.
Pancasila dan Degradasi Berbahasa Indonesia
Minggu, 03 Juni 2018 23:51 WIB
Pancasila dan Degradasi Berbahasa Indonesia
Awal bulan keenam setiap tahunnya diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila, ideologi Bangsa Indonesia yang jauh bertahun-tahun silam lahir sebagai sebuah kesepakatan, sebuah pemahaman bersama akan mimpi tumbuhnya sebuah bangsa yang maju, sejahtera dan juga beradab.